Gibasnews.com, BEKASI - Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penggunaan obat yang aman menjadi perhatian dalam kegiatan reses Anggota DPRD Kota Bekasi, Adelia Sidik, di wilayah Kelurahan Sepanjang Jaya. Dalam kegiatan tersebut, ia tidak hanya menyerap aspirasi warga, tetapi juga menghadirkan edukasi langsung mengenai bahaya obat ilegal dan pentingnya penggunaan obat sesuai aturan.
Berbeda dari kegiatan reses pada umumnya yang lebih banyak berfokus pada penyampaian aspirasi, pertemuan kali ini diisi dengan edukasi kesehatan yang melibatkan tenaga profesional dari kalangan apoteker. Kehadiran para apoteker tersebut bertujuan memberikan pemahaman yang benar kepada masyarakat terkait cara memperoleh, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat secara aman.
Dalam dialog bersama warga, Adelia menyoroti masih rendahnya pemahaman masyarakat tentang penggunaan obat yang tepat. Ia menilai, kurangnya literasi kesehatan dapat membuka celah bagi peredaran obat ilegal maupun penggunaan obat yang tidak sesuai ketentuan, yang pada akhirnya dapat membahayakan kesehatan masyarakat.
Ia menegaskan bahwa masyarakat tidak hanya membutuhkan program pembangunan fisik, tetapi juga membutuhkan edukasi yang memberikan manfaat langsung bagi kehidupan sehari-hari. Menurutnya, pemahaman yang benar mengenai obat sangat penting agar masyarakat tidak sembarangan membeli atau mengonsumsi obat tanpa petunjuk yang jelas.
Dalam kegiatan tersebut, para apoteker memberikan penjelasan mengenai prinsip penggunaan obat yang dikenal dengan konsep “Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang” obat secara benar. Warga diberikan pemahaman tentang pentingnya memperoleh obat dari sumber resmi, menggunakan obat sesuai dosis dan aturan, menyimpan obat dengan cara yang tepat, serta membuang obat yang sudah tidak terpakai secara aman.
Selain itu, masyarakat juga diingatkan agar tidak membeli obat keras tanpa resep tenaga medis yang berwenang. Penggunaan obat tanpa pengawasan yang tepat dapat menimbulkan risiko kesehatan, termasuk efek samping yang berbahaya maupun penggunaan yang tidak sesuai dengan kebutuhan medis.
Warga yang hadir menyambut baik kegiatan tersebut karena dinilai memberikan pengetahuan baru yang sangat bermanfaat. Mereka mengaku selama ini masih banyak yang belum memahami perbedaan jenis obat maupun cara penggunaan yang benar.
"Edukasi kesehatan seperti ini perlu terus dilakukan agar masyarakat semakin sadar dan terlindungi dari risiko penggunaan obat yang tidak tepat," ujarnya.
Ia juga menegaskan komitmennya untuk membawa persoalan pengawasan obat dan peningkatan literasi kesehatan masyarakat ke dalam pembahasan bersama pemerintah daerah dan instansi terkait.
Menurutnya, penguatan pengawasan serta edukasi yang berkelanjutan merupakan bagian penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di daerah. Ia berharap, dengan adanya kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat, kesadaran akan pentingnya penggunaan obat yang aman dapat terus meningkat.
Melalui kegiatan tersebut, ia berharap masyarakat tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga mampu menjadi agen yang menyebarkan pemahaman yang benar di lingkungan sekitarnya, sehingga tercipta lingkungan yang lebih sehat dan terlindungi dari risiko peredaran obat ilegal.(ADV)
