Gibasnews.com, BEKASI - Anggota Komisi I DPRD Kota Bekasi, Yadi Hidayat, menggelar kegiatan reses di wilayah RW 08 Kelurahan Bekasi Jaya. Kegiatan ini dimanfaatkan sebagai sarana bertemu langsung dengan masyarakat sekaligus menyerap aspirasi warga terkait berbagai persoalan pembangunan dan pelayanan publik di lingkungan mereka.
Dalam pertemuan tersebut, Yadi menyoroti pentingnya optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai salah satu penopang utama pembangunan kota. Ia menilai, peningkatan PAD harus didukung oleh sistem perpajakan daerah yang transparan, akuntabel, dan berkeadilan. Menurutnya, sektor-sektor seperti pajak restoran, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), serta sumber pajak daerah lainnya memiliki potensi besar yang perlu dikelola secara maksimal.
Ia menjelaskan, transparansi dalam pengelolaan pajak bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan kesadaran dan partisipasi masyarakat sebagai wajib pajak. Dengan sistem yang terbuka dan pengelolaan yang baik, masyarakat dapat mengetahui bahwa pajak yang mereka bayarkan benar-benar kembali dalam bentuk pembangunan dan pelayanan publik.
Yadi menegaskan, optimalisasi PAD menjadi sangat penting karena berkaitan langsung dengan kemampuan pemerintah daerah dalam membiayai berbagai program pembangunan, termasuk infrastruktur, penanganan banjir, kebersihan lingkungan, serta peningkatan kualitas layanan kepada masyarakat.
Selain membahas soal pendapatan daerah, Yadi juga menyinggung komitmen Pemerintah Kota Bekasi yang menargetkan penanganan banjir dan persoalan sampah secara lebih optimal dalam beberapa tahun ke depan.
"Pemerintah daerah telah menetapkan target ambisius untuk mengurangi bahkan mengatasi persoalan banjir dan sampah secara signifikan pada tahun 2027," ujarnya.
Menurutnya, upaya tersebut tidak dapat dilakukan secara instan, melainkan membutuhkan proses bertahap dan kerja sama lintas sektor. Pemerintah Kota Bekasi saat ini disebut terus menjalin kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan pemerintah pusat untuk menangani persoalan banjir secara sistemik, mulai dari pembangunan dan perbaikan drainase, normalisasi saluran air, hingga program pengendalian di wilayah hulu.
Ia juga mengajak masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam mendukung program-program tersebut. Salah satunya dengan menjaga kebersihan lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan, serta turut mengawasi pembangunan di wilayah masing-masing.
Dalam dialog bersama warga, berbagai aspirasi juga disampaikan, mulai dari persoalan infrastruktur lingkungan, pelayanan administrasi, hingga harapan agar pembangunan di wilayah Bekasi Jaya dapat terus ditingkatkan. Yadi memastikan seluruh masukan tersebut akan menjadi bahan pembahasan di DPRD dan akan diteruskan kepada pemerintah daerah untuk ditindaklanjuti sesuai kewenangan.
Ia menegaskan, kegiatan reses bukan sekadar agenda formal, melainkan bentuk tanggung jawab wakil rakyat untuk hadir di tengah masyarakat, mendengar secara langsung keluhan dan harapan warga, serta memperjuangkannya dalam proses pengambilan kebijakan.
Melalui pertemuan tersebut, ia berharap sinergi antara masyarakat dan pemerintah dapat semakin kuat, sehingga berbagai target pembangunan, termasuk peningkatan pendapatan daerah dan penanganan banjir, dapat berjalan lebih efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kota Bekasi.(ADV)
