Reses Latu Har Hary Angkat Suara Pemuda, Minimnya Ruang Aktualisasi Jadi Sorotan -->

Header Menu

Advertisement

Reses Latu Har Hary Angkat Suara Pemuda, Minimnya Ruang Aktualisasi Jadi Sorotan

Selasa



Gibasnews.com, BEKASI - Kegiatan reses yang digelar Ketua Komisi II DPRD Kota Bekasi, Latu Har Hary, menjadi ruang dialog yang tidak hanya membahas persoalan infrastruktur dan pelayanan publik, tetapi juga menyoroti masa depan generasi muda. Bertempat di wilayah Bekasi Selatan, forum tersebut menghadirkan berbagai unsur masyarakat, termasuk tokoh masyarakat, pemuda, serta pengurus organisasi kepemudaan.


Dalam pertemuan itu, isu kepemudaan muncul sebagai salah satu topik yang paling banyak dibicarakan. Sejumlah peserta menyampaikan pandangan tentang pentingnya memberikan ruang yang lebih luas bagi generasi muda untuk berpartisipasi aktif dalam pembangunan lingkungan maupun kota secara keseluruhan.


Tokoh masyarakat yang dikenal dengan sapaan Bang Heri turut menyampaikan pandangannya. Ia mengungkapkan kegelisahannya terhadap kondisi pemuda saat ini, yang menurutnya masih menghadapi keterbatasan ruang untuk mengembangkan potensi dan berkontribusi secara nyata. Ia menilai, banyak pemuda yang memiliki semangat dan kemampuan, namun belum didukung dengan kesempatan dan fasilitas yang memadai.


Ia juga menyoroti kondisi organisasi kepemudaan seperti Karang Taruna, yang selama ini tetap aktif menjalankan berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan. Namun, menurutnya, kegiatan tersebut sering kali berjalan dengan keterbatasan, baik dari sisi dukungan program maupun anggaran.


Dalam pandangannya, generasi muda merupakan calon pemimpin masa depan yang perlu dipersiapkan sejak sekarang. Oleh karena itu, mereka membutuhkan ruang untuk belajar, berproses, dan berkontribusi. Tanpa adanya dukungan yang memadai, ia khawatir potensi besar yang dimiliki generasi muda tidak dapat berkembang secara optimal.


Menanggapi hal tersebut, Latu Har Hary menyampaikan bahwa aspirasi terkait penguatan peran pemuda menjadi salah satu catatan penting dalam kegiatan reses yang ia lakukan. Ia menegaskan bahwa generasi muda memiliki posisi strategis dalam menentukan arah masa depan daerah, sehingga perlu mendapatkan perhatian dan dukungan yang serius.


"Kami akan berupaya memperjuangkan berbagai kebijakan yang dapat memberikan ruang lebih luas bagi pemuda untuk berkembang. Dukungan tersebut dapat diwujudkan melalui program pembinaan, pemberdayaan, serta penguatan organisasi kepemudaan agar mampu menjadi wadah yang produktif dan berkelanjutan," ujarnya.


Menurutnya, pembangunan sebuah kota tidak terlepas dari peran generasi mudanya. Sejarah menunjukkan bahwa kemajuan suatu daerah lahir dari generasi yang diberi kesempatan untuk tumbuh, berkreasi, dan mengambil bagian dalam proses pembangunan.


Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan organisasi kepemudaan dalam menciptakan ekosistem yang mendukung perkembangan anak muda. Dengan adanya kerja sama yang baik, diharapkan generasi muda Kota Bekasi dapat berkembang menjadi pribadi yang mandiri, kreatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.


Kegiatan reses tersebut menjadi momentum bagi para pemuda untuk menyampaikan harapan mereka secara langsung. Mereka berharap ke depan akan ada lebih banyak perhatian dan dukungan, sehingga organisasi kepemudaan dapat semakin kuat dan mampu berkontribusi positif bagi lingkungan dan masyarakat.


Melalui dialog tersebut, diharapkan lahir langkah-langkah nyata yang dapat membuka ruang lebih luas bagi generasi muda untuk berperan aktif. Dengan demikian, potensi yang dimiliki generasi muda tidak hanya menjadi harapan, tetapi benar-benar menjadi kekuatan dalam membangun Kota Bekasi ke arah yang lebih baik.(ADV)