Puskesmas Harapan Mulya Sisir Lima RW, 160 Warga Jalani Skrining Kusta -->

Header Menu

Advertisement

Puskesmas Harapan Mulya Sisir Lima RW, 160 Warga Jalani Skrining Kusta

Jumat

 



Gibasnews.com, BEKASI - Upaya menemukan kasus penyakit kusta sejak dini terus dilakukan UPTD Puskesmas Harapan Mulya, Kota Bekasi. Tidak hanya menunggu warga datang berobat, petugas kesehatan turun langsung ke lingkungan permukiman untuk memeriksa masyarakat yang berisiko tertular penyakit tersebut.


Melalui program Active Case Finding (ACF) Kusta, Puskesmas Harapan Mulya melakukan penemuan kasus secara aktif dengan mendatangi warga, khususnya mereka yang memiliki riwayat kontak erat dengan penderita kusta maupun kelompok masyarakat berisiko.


Kegiatan yang berlangsung pada 15, 16, dan 20 Oktober 2026 itu menyasar sejumlah lingkungan RT di lima RW wilayah kerja Puskesmas Harapan Mulya. Sebanyak 160 warga tercatat menjalani pemeriksaan atau skrining untuk mengetahui kemungkinan adanya tanda dan gejala penyakit kusta.



Kepala UPTD Puskesmas Harapan Mulya, Bdn. Suherni, Str.Keb, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat deteksi dini sekaligus mencegah keterlambatan penanganan penyakit kusta di tengah masyarakat.


"Penemuan kasus secara aktif penting dilakukan karena masih ada kemungkinan masyarakat tidak menyadari gejala awal kusta. Padahal, semakin cepat penyakit tersebut dikenali dan ditangani, semakin besar peluang mencegah penularan serta risiko kecacatan," paparnya (30/10).


Dalam pelaksanaannya, petugas melakukan kunjungan rumah, pendataan sasaran, edukasi kesehatan, hingga pemeriksaan kondisi kulit untuk mengidentifikasi tanda-tanda yang mengarah pada penyakit kusta. Pemeriksaan juga diprioritaskan kepada masyarakat yang memiliki kontak erat dengan penderita maupun kelompok yang dinilai berisiko.


Berdasarkan hasil kegiatan selama tiga hari, sebanyak 160 warga telah menjalani skrining. Rinciannya, pada Kamis (15/10), pemeriksaan dilakukan terhadap 100 warga yang tersebar di RT 2 dan RT 3 RW 3 sebanyak 60 orang, RT 5 RW 3 sebanyak 20 orang, serta RT 6 RW 7 sebanyak 20 orang.


Kemudian pada Jumat (16/10), skrining dilanjutkan terhadap 40 warga, masing-masing 20 orang di RT 2 RW 10 dan 20 orang di RT 5 RW 6. Sementara pada Selasa (20/10), sebanyak 20 warga di RT 2 RW 1 turut menjalani pemeriksaan.


Dari seluruh rangkaian skrining tersebut, petugas tidak menemukan warga dengan bercak yang teridentifikasi sebagai tanda kusta. Meski demikian, upaya pencegahan tetap dilanjutkan melalui pemberian kemoprofilaksis kepada masyarakat yang memenuhi kriteria.


Tercatat sebanyak 91 orang menerima kemoprofilaksis kusta. Pemberian dilakukan kepada 37 orang di wilayah kegiatan 15 Oktober, terdiri atas 17 orang di RT 2/3, 13 orang di RT 5/3, dan tujuh orang di RT 6/7.


Selanjutnya, pada 16 Oktober, kemoprofilaksis diberikan kepada 34 orang, masing-masing 14 orang di RT 2/10 dan 20 orang di RT 5/6. Adapun pada 20 Oktober, sebanyak 20 orang di RT 2/1 juga menerima kemoprofilaksis.


Kemoprofilaksis merupakan pemberian obat pencegahan kepada kelompok sasaran yang memenuhi persyaratan medis, terutama kontak erat penderita kusta. Langkah ini menjadi salah satu strategi untuk menekan risiko penularan, dengan tetap memperhatikan hasil pemeriksaan dan ketentuan kesehatan yang berlaku.


Suherni menegaskan, kegiatan tersebut tidak semata-mata berorientasi pada jumlah warga yang diperiksa, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat agar tidak mengabaikan gejala penyakit kusta dan tidak ragu memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.


Puskesmas, lanjut dia, juga berupaya memberikan pemahaman bahwa kusta merupakan penyakit yang dapat diobati. Karena itu, stigma dan diskriminasi terhadap orang yang pernah atau sedang mengalami kusta perlu dihilangkan agar mereka tidak takut mencari pertolongan medis.


Melalui kegiatan ini, Puskesmas Harapan Mulya berharap penemuan kasus dapat dilakukan lebih awal sehingga penanganan bisa segera diberikan apabila ditemukan warga yang terkonfirmasi menderita kusta.


Ke depan, pengawasan terhadap kelompok berisiko dan edukasi kesehatan masyarakat tetap menjadi bagian penting dalam pengendalian penyakit tersebut. Sebab, keberhasilan penanggulangan kusta tidak cukup hanya mengandalkan pelayanan di dalam gedung puskesmas, tetapi juga membutuhkan keterlibatan masyarakat dalam mengenali gejala, melakukan pemeriksaan, dan memutus rantai penularan.


Dengan pendekatan jemput bola, Puskesmas Harapan Mulya berupaya memastikan masyarakat mendapatkan akses pemeriksaan lebih dekat sekaligus memperkuat langkah pencegahan kusta di lingkungan permukiman.