Gibasnews.com, BEKASI - Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kampung Markan, Kota Bekasi, tidak sekadar menjadi kegiatan keagamaan. Majelis Sholawat dan Mudzakaroh Kampung Markan juga menjadikannya momentum untuk memperkuat silaturahmi sekaligus mengajak warga menjaga kerukunan di tengah kehidupan bermasyarakat.
Kegiatan yang dipimpin Ustaz Ahmad Tirtana itu diawali dengan pembacaan ratib, tahlil, dan Maulid Nabi Muhammad SAW. Rangkaian pembacaan maulid berlangsung dengan iringan Team Hadroh Muhibbul Musthofa pimpinan Ustaz Yahya dari Rawalumbu.
Ketua RT 08, Boin, dalam sambutannya berharap kegiatan tersebut dapat menjadi ruang bagi warga untuk terus mempererat tali silaturahmi. Ia juga mengajak masyarakat membangun tradisi saling mendoakan dan bermunajat agar Kampung Markan senantiasa mendapat keberkahan serta dijauhkan dari berbagai musibah.
Menurut dia, kegiatan keagamaan seperti itu penting untuk terus dijaga karena tidak hanya berkaitan dengan ibadah, tetapi juga menjadi sarana memperkuat hubungan antarwarga.
Acara tersebut turut dihadiri Wakil Gibas Kota Bekasi sekaligus Pimpinan Redaksi Gibas News, Ilham Felany atau yang akrab disapa Bang Suink.
Sementara itu, mewakili Pemerintah Kota Bekasi, Warsim Suryana, S.IP., M.Si., menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Wali Kota Bekasi. Ia mengatakan pemerintah memberikan dukungan terhadap kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan yang digelar warga.
Warsim juga membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi kepada pemerintah daerah. Ia sekaligus mengajak warga mendoakan agar Kota Bekasi dapat terus berada dalam kondisi aman, tertib, dan mendapat keberkahan.
Pesan tentang pentingnya meneladani Rasulullah kemudian disampaikan Ustaz Sulaiman. Dalam ceramahnya, ia mengajak jamaah tidak berhenti menjadikan Rasulullah sebagai sosok yang diperingati setiap tahun, tetapi mencontoh akhlak dan perilakunya dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, keteladanan tersebut harus dimulai dari lingkungan terdekat, terutama dalam keluarga, kemudian diwujudkan dalam hubungan dengan tetangga dan masyarakat.
Pesan lebih luas disampaikan penceramah utama, KH Ilhya Ulumuddin atau yang dikenal sebagai Kyai Jakatingkir. Ia mengingatkan jamaah agar menjadikan Al-Qur'an sebagai pedoman sekaligus amalan yang terus dibaca dan diamalkan dalam kehidupan.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga diri dan keluarga dari fitnah, adu domba, serta berbagai bentuk perpecahan yang dapat merusak hubungan sosial.
KH Ilhya juga menekankan pentingnya peran orang tua dalam membentuk generasi yang bermanfaat. Anak-anak, menurut dia, harus diarahkan menjadi pribadi yang berguna bagi keluarga, agama, masyarakat, dan negara.
Pesan tersebut menjadi relevan di tengah tantangan kehidupan bermasyarakat yang kerap diwarnai konflik akibat informasi, fitnah, maupun persoalan yang mudah berkembang menjadi pertentangan antarwarga.
Di akhir acara, KH Ilhya Ulumuddin memimpin doa bersama. Warga diajak bermunajat agar Kampung Markan menjadi lingkungan yang penuh keberkahan, dijauhkan dari marabahaya, serta warganya dapat hidup rukun dan saling menjaga.
Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga datang dari sejumlah tokoh dan organisasi masyarakat setempat, antara lain Paguyuban Kampung Markan yang dipimpin Manin Wijaya serta Paguyuban Pencak Silat PPS Mustika Lodaya Putih Indonesia, Ketua Cang Jamaludin dan Wakil Cang Yono beserta jajaran.
Sementara itu, Ketua Majelis Sholawat dan Mudzakaroh, Ustaz Ahmad Tirtana, menutup rangkaian kegiatan dengan mengajak jamaah menggunakan sisa usia untuk memperbanyak ibadah dan menyebarkan kebaikan.
Ia mengingatkan bahwa setiap manusia pada akhirnya akan menghadapi kematian dan mempertanggungjawabkan seluruh perbuatannya di hadapan Allah SWT.
Karena itu, peringatan Maulid Nabi diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Warga diajak menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai teladan dan menjalankan sunnahnya dalam kehidupan sehari-hari.
“Marilah kita jadikan sisa umur kita untuk selalu beribadah dan menyebarkan kebaikan. Kita semua akan mati dan kelak dimintai pertanggungjawaban oleh Allah atas apa yang sudah kita perbuat selama hidup di dunia,” ujar Ahmad Tirtana.
Ia berharap Majelis Sholawat dan Mudzakaroh dapat terus menjadi ruang bagi warga untuk mempererat persaudaraan, memperbanyak doa, sekaligus melakukan introspeksi diri.
“Semoga perkumpulan ini kelak menjadi saksi di hadapan Rasulullah pada hari kiamat. Mari kita bermunajat agar Kampung Markan menjadi kampung yang berkah, selalu dijaga Allah dari marabahaya, serta warganya menjadi warga yang rukun dan saleh-salehah,” katanya.
