Ketua Amanat Lasem : Kegiatan Ini Mampu Menjadi Media Silahturahmi Warga Lasem -->

Header Menu

Advertisement

Ketua Amanat Lasem : Kegiatan Ini Mampu Menjadi Media Silahturahmi Warga Lasem

Pandi
Minggu

GIBASNEWS, REMBANG-Aliansi Masyarakat Santri Lasem, menggelar acara kegiatan Mualid Nabi Muhammad SAW, sekaligus berziarah di Maqbaroh Sayyid Abdurrahman atau yang dikenal dengan Mbah Sambu di Masjid Jami Lasem yang berlokasi di Jalan Sumbergirang, Desa Sumbergirang, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah Jum'at, (15/10/202)


Haji Slamet selaku Ketua Amanat Lasem mengatakan bahwa ziaroh ini terus rutin selalu dilakukan.


"Jadi sejak awal berdirinya Amanat Lasem ini, kita rutin melakukan ziaroh ke Maqbaroh para Ulama di Lasem, "kata Ketua Amanat Lasem Haji Slamet saat dikonfirmasi.


Ia juga menambahkan selain untuk mengingat napak tilas perjuangan para Ulama disini, kegiatan ini juga diharapkan mampu menjadi media silaturrahmi antar warga Lasem.


"Saya berharap kegiatan ini mampu menjadi media silaturrahmi antar warga Lasem, "jelas Haji Slamet.


Selesai berziarah ratusan jamaah yang hadir mengunjungi Pondok Pesantren Al-Wahdah sekaligus berdiskusi yang dipimpin oleh Gus Ahfas. 


Gus Ahfas menegaskan bahwa Amanat Lasem ini selain bergerak dibidang keagamaan juga bergerak dibidang sosial masyarakat, termasuk dalam proses Pembangunan Lasem sebagai Kota Pusaka.


“Saat ini sedang berlangsung Pembangunan di Lasem.Kami sebagai masyarakat asli Lasem akan mengawal terus proses Pembangunan di Lasen sebagai Kota Pusaka, khususnya dalam pengawasan agar Pembangunan di Lasem tidak melenceng dari sejarah Lasem, "beber Gus Ahfas saat dikonfirmasi.

Gus Ahfas juga menambahkan bahwa Amanat Lasem ini berperan aktif dalam menjalin komunikasi mengenai penataan Pembangunan di Lasem sebagai Kota Pusaka.


“Yang jelas kami aktif memberikan usulan-usulan kepada Pemerintah jika dirasa ada penempatan atau rencana yang kurang pas. Rencana peletakan Prasasti Surya Majapahit misalnya, "ungkapnya.


Lanjut Gus Ahfas, kami usulkan kepada Pemerintah agar prasasti tersebut tidak diletakkan di area Masjid Lasem.Karena didalam prasasti tersebut terdapat simbol agama lain.


“Alhamdulillah usulan kami dipenuhi, tinggal nanti kita lihat saja realisasinya, "imbuhnya.


Diketahui dalam kegiatan ini Gus Ahfas berdoa didepan para jamaah yang hadir  bahwa semoga acara rutinan ini bisa selalu Istiqomah dan membawa keberkahan bagi kita semua.