HKN ke-61 Kota Bekasi: Komitmen Penguatan Layanan Primer, Digitalisasi Kesehatan, dan Kolaborasi Menuju Generasi Sehat -->

Header Menu

Advertisement

HKN ke-61 Kota Bekasi: Komitmen Penguatan Layanan Primer, Digitalisasi Kesehatan, dan Kolaborasi Menuju Generasi Sehat

Minggu

 


Gibasnews.com, BEKASI - Plaza Patriot Chandrabhaga berubah menjadi lautan manusia pada Minggu pagi (30/11). Ribuan peserta berkumpul untuk mengikuti peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 tingkat Kota Bekasi. Acara yang digelar sejak pukul 06.00 WIB itu menghadirkan energi positif, memadukan aktivitas olahraga, pemeriksaan kesehatan, edukasi, serta kampanye gaya hidup sehat yang melibatkan semua kalangan.


Tema nasional HKN tahun ini, “Generasi Sehat, Masa Depan Hebat,” menjadi pijakan kuat bagi Dinas Kesehatan Kota Bekasi dalam menyusun rangkaian kegiatan sekaligus mempertegas arah pembangunan kesehatan di kota yang terus berkembang ini. Bagi Kota Bekasi, HKN bukan sekadar perayaan, melainkan momentum memperkuat pondasi besar sistem kesehatan daerah, terutama layanan primer.



Penguatan Layanan Primer Jadi Fokus Utama


Dalam sambutan resminya, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, drh. Satia Sriwijayanti Anggraini, M.M., menekankan bahwa layanan primer adalah ujung tombak pembangunan kesehatan. Ia mengajak seluruh tenaga kesehatan untuk kembali pada roh pelayanan: ketulusan, komitmen, dan pengabdian.


“Kita tidak bisa memprediksi ancaman kesehatan di masa depan. Penyakit tidak menular terus meningkat, penyakit menular masih mengintai, dan ancaman pandemi bisa datang kapan saja. Karena itulah penguatan layanan primer bukan pilihan, tetapi kebutuhan,” ujar Satia.


Ia menambahkan bahwa penguatan layanan primer tidak hanya berbicara tentang fasilitas, tetapi juga sumber daya manusia, sistem informasi kesehatan, kolaborasi lintas sektor, hingga partisipasi masyarakat.



Digitalisasi Kesehatan: Satu Sehat Mobile untuk Semua


Salah satu fokus besar yang digaungkan perayaan HKN adalah percepatan digitalisasi kesehatan. Pemerintah Kota Bekasi menargetkan semakin banyak warga yang mendaftarkan diri di Satu Sehat Mobile, platform rekam medis elektronik yang terintegrasi secara nasional.


Bu Satia menegaskan pentingnya digitalisasi ini bagi masa depan layanan kesehatan.


“Melalui Satu Sehat Mobile, masyarakat bisa memantau kondisi kesehatannya sendiri, sementara tenaga kesehatan dapat memberikan layanan berbasis data yang lebih cepat, akurat, dan efektif. Kami berharap seluruh perangkat daerah dan tenaga kesehatan menjadi pionir dalam sosialisasi,” tuturnya.


Tidak berhenti di situ, ia juga mengumumkan rencana peluncuran Kartu Indonesia Sehat (KIS) bagi warga yang belum memiliki jaminan kesehatan, sebagai bentuk kehadiran negara dan pemerintah daerah dalam memastikan seluruh masyarakat mendapat akses pelayanan yang layak.



Prestasi Kota Bekasi: Kota Sehat dan Model Penanganan Stunting


Kota Bekasi tahun ini kembali mencatatkan prestasi membanggakan. Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberikan Penghargaan Swastisaba Wiwerda 2025 kepada Kota Bekasi atas komitmen dan keberhasilan menjaga lingkungan yang sehat. Tak hanya itu, Kementerian Kesehatan RI menetapkan Bekasi sebagai salah satu daerah dengan model penanganan stunting terbaik di tingkat provinsi.


Prestasi ini tidak lepas dari kerja kolektif berbagai pihak seperti puskesmas, rumah sakit, organisasi profesi, kader kesehatan, dan masyarakat yang aktif terlibat dalam berbagai program pencegahan dan penanggulangan stunting.



Perayaan Meriah: Fun Run dan Cek Kesehatan


Rangkaian kegiatan HKN kali ini dirancang untuk merangkul semua lapisan masyarakat. Fun run dan senam bersama menjadi favorit peserta, sementara stan cek kesehatan gratis diserbu warga yang ingin mengetahui kondisi kesehatannya.


Pemeriksaan meliputi pengecekan tekanan darah, gula darah, kolesterol, konsultasi gizi, kesehatan ibu dan anak, hingga edukasi pencegahan penyakit tidak menular. Selain itu, lomba penyajian menu PMT ibu hamil menghadirkan kreativitas kader dan masyarakat dalam mengembangkan makanan sehat dan bergizi.


Acara semakin hidup dengan kehadiran organisasi profesi kesehatan, rumah sakit swasta, perguruan tinggi, hingga komunitas olahraga yang turut membuka stand pelayanan, edukasi, dan kolaborasi.



Puskesmas dan Peran Vitalnya dalam Tema HKN


Salah satu sektor yang mendapat sorotan penting dalam HKN tahun ini adalah puskesmas. Sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama, puskesmas menjadi mata rantai utama dalam mewujudkan generasi sehat yang menjadi tema besar peringatan HKN ke-61.



Kepala UPTD Puskesmas Rawa Tembaga: “Puskesmas Adalah Penjaga Pintu Masa Depan Sehat”


Kepala UPTD Puskesmas Rawa Tembaga, dr. Sari Manurung, M.M., MARS, memberikan pernyataan tegas mengenai peran penting puskesmas dalam mewujudkan tema HKN.


“Kami memandang tema HKN tahun ini bukan sekadar slogan, tetapi amanah. Puskesmas adalah penjaga pintu terdepan dalam memastikan setiap warga, dari bayi hingga lansia, mendapat hak atas kesehatan. Di Rawa Tembaga, kami memperkuat seluruh lini layanan primer, mulai dari promotif, preventif, hingga kuratif,” ujarnya.


Ia menjelaskan bahwa Puskesmas Rawa Tembaga terus mengakselerasi berbagai program unggulan seperti skrining dini penyakit tidak menular, edukasi PHBS, pelayanan ibu hamil dan balita, penanggulangan stunting, serta pemantauan lingkungan sehat.


“Kami juga bekerja keras mengajak warga menggunakan Satu Sehat Mobile. Rekam medis elektronik akan membawa layanan kesehatan kita ke level yang lebih maju. Makin banyak terdaftar, makin mudah kami mengantisipasi risiko dan memberikan penanganan yang tepat,” ungkapnya.


Lebih jauh, dr. Sari menekankan bahwa upaya kesehatan bukan hanya tanggung jawab tenaga kesehatan, melainkan gerakan bersama.


“Budaya hidup sehat harus dimulai dari rumah. Jika masyarakat peduli, puskesmas kuat, dan pemerintah solid, maka ‘Generasi Sehat, Masa Depan Hebat’ bukan sekadar harapan tapi kenyataan,” tutupnya.