Hampir Rp1 Miliar Digelontorkan, Revitalisasi SDN Sukasari Jadi Ujian Mutu dan Transparansi Proyek -->

Header Menu

Advertisement

Hampir Rp1 Miliar Digelontorkan, Revitalisasi SDN Sukasari Jadi Ujian Mutu dan Transparansi Proyek

Senin


Gibasnews.com, TASIKMALAYA – Pemerintah pusat menggelontorkan anggaran hampir Rp1 miliar untuk merevitalisasi SDN Sukasari, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya. Bantuan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026 itu mencapai Rp971.079.375 dan diharapkan mampu mengubah wajah sekolah menjadi lebih aman, nyaman, serta menunjang kualitas pembelajaran.


Program tersebut merupakan bagian dari Revitalisasi Satuan Pendidikan yang dijalankan Direktorat Sekolah Dasar, Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Pekerjaan dilaksanakan oleh P2SP dengan masa pelaksanaan selama 120 hari kalender.


Pantauan di lokasi menunjukkan proses revitalisasi telah berjalan. Sejumlah material bangunan telah didatangkan ke area sekolah, sementara papan informasi proyek dipasang di lokasi yang mudah dilihat masyarakat sebagai bentuk keterbukaan terhadap penggunaan anggaran negara.


Kepala SDN Sukasari, Dede Darusman, mengaku bersyukur sekolahnya menjadi salah satu penerima program revitalisasi tersebut. Menurutnya, kondisi bangunan yang lebih layak akan memberikan rasa aman dan nyaman bagi siswa maupun tenaga pendidik.


"Kami berharap setelah revitalisasi selesai, fasilitas sekolah menjadi lebih baik sehingga proses belajar mengajar dapat berlangsung lebih optimal. Ini tentu akan berdampak positif bagi peningkatan kualitas pendidikan di sekolah kami," ujar Dede, Senin (13/7).


Antusiasme juga datang dari masyarakat sekitar. Warga berharap proyek dapat diselesaikan sesuai jadwal tanpa mengurangi kualitas pekerjaan, sehingga para siswa segera dapat kembali belajar di lingkungan yang representatif.


Besarnya anggaran yang dikucurkan menjadikan proyek ini bukan sekadar pembangunan fisik sekolah, tetapi juga menjadi ujian terhadap kualitas pelaksanaan dan transparansi penggunaan dana publik. Masyarakat pun diharapkan ikut mengawasi proses pekerjaan hingga tuntas agar hasil revitalisasi benar-benar memberikan manfaat jangka panjang bagi dunia pendidikan di Kabupaten Tasikmalaya.