Gibasnews.com, TASIKMALAYA – Harapan baru bagi dunia pendidikan di Kecamatan Patujah mulai terwujud. SDN Pantilaksana menjadi salah satu sekolah yang menerima bantuan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan dari pemerintah pusat dengan nilai anggaran konstruksi mencapai Rp1.314.494.072 yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026.
Bantuan yang disalurkan melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Sekolah Dasar itu menjadi jawaban atas kebutuhan peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan di daerah. Revitalisasi bukan sekadar memperbaiki bangunan sekolah, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang untuk menciptakan ruang belajar yang aman, nyaman, dan layak bagi para siswa.
Pelaksanaan pekerjaan konstruksi akan dikerjakan oleh pelaksana P2SP dengan masa pekerjaan selama 147 hari kalender. Selama proses revitalisasi berlangsung, diharapkan seluruh tahapan pembangunan dapat dilaksanakan secara transparan, tepat mutu, tepat waktu, dan sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan.
Kepala SDN Pantilaksana, Sukirman, S.Pd., menyampaikan apresiasinya atas perhatian pemerintah terhadap sekolah yang dipimpinnya. Menurutnya, bantuan tersebut akan memberikan dampak besar terhadap peningkatan kualitas pembelajaran dan semangat belajar peserta didik.
"Kami sangat berterima kasih atas perhatian pemerintah. Harapan kami, perbaikan ini dapat meningkatkan semangat belajar siswa serta kualitas pendidikan di sekolah kami," ujar Sukirman.
Tak hanya pihak sekolah, masyarakat sekitar pun menyambut positif program revitalisasi tersebut. Mereka berharap pembangunan dapat berjalan lancar tanpa hambatan sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan oleh para siswa dan tenaga pendidik.
Program Revitalisasi Satuan Pendidikan menjadi salah satu upaya pemerintah dalam mewujudkan pemerataan kualitas pendidikan hingga ke pelosok daerah. Kehadiran fasilitas pendidikan yang memadai dinilai menjadi faktor penting dalam menciptakan proses belajar mengajar yang lebih optimal.
Anggaran lebih dari Rp1,3 miliar yang dikucurkan untuk SDN Pantilaksana tentu membawa harapan besar. Namun, di balik besarnya anggaran tersebut, pengawasan pelaksanaan pekerjaan juga menjadi hal yang tak kalah penting. Revitalisasi yang baik bukan hanya diukur dari berdirinya bangunan baru, tetapi juga dari kualitas hasil pekerjaan yang mampu bertahan dan memberi manfaat bagi generasi yang akan datang.
Kini, masyarakat Patujah menaruh harapan agar revitalisasi SDN Pantilaksana menjadi bukti nyata bahwa setiap anak Indonesia, di mana pun berada, berhak mendapatkan fasilitas pendidikan yang layak dan berkualitas. Dengan demikian, dana negara yang digelontorkan benar-benar dapat berbuah menjadi investasi masa depan bagi dunia pendidikan.
